yogyakarta merintis paud inklusi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta berencana membuka rintisan Pendidikan Anak Usia Dini Inklusi di setiap kecamatan sehingga pada akhir tahun diharapkan sudah ada sebanyak 14 pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus itu.

Untuk menangani anak berkebutuhan khusus memang agak sulit, tetapi masih bisa dilakukan dengan semangat tinggi.
— Sugiyanto

“Kami berharap, PAUD juga dapat dikembangkan menjadi pendidikan inklusi karena pada akhir-akhir ini diindikasikan banyak anak berkebutuhan khusus di masyarakat,” kata Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Sugiyanto di Yogyakarta, Rabu (29/7/2010).

Menurut dia, meskipun anak-anak tersebut memiliki kebutuhan khusus, tetapi masih tetap harus memperoleh pendidikan untuk membentuk karakter dan bersosialisasi dengan teman sebaya dan juga lingkungan di sekitarnya. Ia menyatakan, masih banyak orangtua dari anak-anak berkebutuhan khusus tersebut yang justru terkesan “menutup-nutupi” bahwa anak-anak mereka memiliki kebutuhan khusus sehingga memilih untuk tidak memasukkannya dalam pendidikan formal atau nonformal.

“Kami sudah melakukan pendataan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus ini, dan setelah pendataan selesai dilakukan, kami akan segera melaksanakan rintisan PAUD inklusi ini, harapannya Juli ini bisa terealisasi,” katanya.

Ia menyatakan, pendataan tersebut juga termasuk jenis kebutuhan khusus dari anak-anak tersebut sehingga pendidik di PAUD dapat menerapkan jenis pendidikan yang tepat untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Salah satu persiapan mendasar untuk menyelenggarakan PAUD inklusi tersebut adalah menyiapkan tenaga pengajar sehingga memiliki kemampuan untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Yogyakarta, lanjut dia, akan membantu dalam pelaksanaan persiapan tenaga pengajar tersebut untuk mendidik anak berkebutuhan khusus.

“Untuk menangani anak berkebutuhan khusus memang agak sulit, tetapi masih bisa dilakukan dengan semangat tinggi,” katanya. Namun, lanjut dia, penyadaran kepada orangtua juga harus tetap diberikan dan hal itu menjadi tugas Dinas Pendidikan bersama dengan Tim Penggerak PKK setempat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s